Skip navigation

Transportation dan Teleportation
Perbedaan utama teleportation dan transportation adalah bagaimana teleportation terjadi secara instaneous. Teori Euclid yang menjelaskan jarak 2 titik terdekat adalah sebuah garis dalam buku The Elements telah diterapkan sejak 23 Abad lalu dalam menentukan jarak terdekat satu titik dengan titik lainnya sehingga dalam hukum kinetik mencapai titik lainnya dibutuhkan waktu yang bergantung terhadap kecepatan dan percepatan.
Teleportation atau space bending dijelaskan dalam teori relativitas
Seandainya seseorang dapat bergerak dengan kecepatan cahaya 300.000km maka dengan keliling bumi sebesar 40.090,28km, orang tersebut dapat sampai ke tempat dimanapun di atas bumi dalam waktu kurang dari sepersepuluh detik. Dengan bergerak pada kecepatan tersebut pula muncul side effect berupa beta factor terhadap waktu dan massa. Pertanyaannya apakah memungkinkan membuat seseorang bergerak dengan kecepatan cahaya di muka bumi? Karena dengan kecepatan ini meski tetap saja termasuk transportation, namun jeda sepersepuluh detik tidak lebih dari kedipan mata.
Teori lain adalah jika manusia diibaratkan sebagai sebuah titik diujung kertas. Untuk mencapai suatu titik diujung kertas berlawanan, dengan teori euclid maka jarak 2 titik terdekat adalah dengan sebuah garis. Namun dengan melipat kertas tersebut titik awal dapat sampai di titik tujuan tanpa perlu melakukan perjalanan sepanjang garis tersebut. Mungkin ini yang sebenarnya menjadi dasar pemikiran teleportation.
Jika dalam film Back to The Future, Marty McFly melakukan time & space bending dengan medium time-travel vehicle-nya dan film Stargate dengan gerbang berupa cincin, dalam film Heroes, Hiro dapat melakukan Time & Space bending dengan bakatnya, serta para magician dapat melakukan telekinesis terhadap suatu objek. Pertanyaannya apakah teleportation sebenarnya dapat dilakukan?
Beberapa metode teleportation yang diungkapkan diatas, yakni dengan sihir, bakat atau menggunakan advanced technology. Saya bukan orang yang superstitious, jadi saya lebih percaya teleportation dilakukan dengan advanced technology.
Teleportation: Analog and Digital method?
Sebenarnya saya sering bertanya-tanya apakah advanced technology mendatang dapat melakukan hal seperti ini. Seperti perubahan sinyal analog menjadi digital, dan kemudian menjadi analog. Dengan menggunakan suatu alat yang terhubung directly dengan GPS Satellite atau dengan BTS, manusia dikonversi menjadi sinyal digital dan dikirim ke lokasi yang diinginkannya dan kemudian kembali dikonversi menjadi manusia kembali. Permasalahan yang muncul adalah ketika dilakukan sabotage pada convertor. Ketika manusia diubah kedalam sinyal digital, dan seseorang melakukan cut-off pada output sinyal, manusia tersebut dapat punah seketika. Metode ini memang lebih tidak masuk akal dibandingkan dengan metode kecepatan cahaya, namun saya cukup tertarik dengan metode ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: