Skip navigation

Monthly Archives: October 2008

Ini beberapa koleksi ebook saya. Semoga bermanfaat. sebenarnya masih ada beberapa file lagi,  seperti 100 Tokoh paling yang paling berpengaruh dalam sejarah dan The Encyclopedia of World History, tapi ternyata format chm tidak disupport oleh wordpress ..

Thomas Paine – The Writing of Thomas Paine Vol 4

Friedrich Nietzsche – Thus Spake Zarathustra

Nostradamus – Writings of Nostradamus

Albert Einstein – The World As I See It

Friedrich Nietzsche – Beyond Good and Evil

Waduh film ini memang fenomenal.. bagus.. meski saya tidak membaca novelnya, menurut saya cerita-cerita seperti inilah yang seharusnya terus digali dari para penulis di Indonesia. Memang experience is the mother of wisdom. Mbok ya jangan kisah percintaan dan horror melulu..

Seperti Denias film ini mengisahkan perjuangan hak memperoleh pendidikan yang di negara kita tercantum dalam UUD 1945 pasal 31. selain pesan moral film ini juga menyajikan humor yang jenaka.. seperti ketika Ikal ditinggal Aling, Ide tarian Mahar untuk 17 Agustusan..

Must see!

Kamis kemarin saya belanja di Carrefour Paris Van Java. Disana saya menemukan jenis sariwangi baru, Gold Selection.. wah harganya memang premium dan terdapat 6 jenis rasa, saya lupa apa saaj, yang pasti ada rasa vanila. Tapi yang saya bingung adalah harga nya.. sekotak (10 bag) gold selection dengan satu jenis rasa adalah Rp 7.250,- sedangkan sekotak gold selection dengan keenam rasa (60 bag) adalah Rp 60.000,- .. wew koq gak menerapkan economies of scale ya?? Tadinya saya mau beli per kotak saja, tapi karena disana hanya terdapat 4 rasa, saya mengurungkan niat untuk membelinya. Tapi pasti nanti saya beli kalau sudah lengkap.. Tea Lovers =)

Saya masih awam dengan overclocking, namun saya memang hobi menerapkan metode trial and error. Yang saya peroleh dari pengalaman saya bahwa prosessor pasti potensial untuk di-overclock dalam zona aman. Tentunya diperlukan power supply dan memory yang cukup baik untuk memperoleh overclock yang stabil.

Overclock yang pertama kali saya lakukan (2003) adalah pada computer Pentium IV 1,7GHz dan mobo Asus P4S533-X dengan memory 2x256MB DDR PC2700 (lupa mereknya) dan power supply Simbadda 350W. ini merupakan computer kedua saya, sebelumnya saya sempat menggunakan Pentium MMX 200MHz dan 64MB memory (1999), namun pada saat itu saya belum sempat overclock, karena computer tersebut sudah hangus duluan.=) kembali ke computer kedua saya, saya berhasil overclock sebesar 20% untuk daily usage tanpa menaikkan vcore dan merubah latency. Saya belum begitu berani menaikkan voltase dan belum mengerti setting timing memory. Pada waktu itu saya juga menggunakan Pixelview GeForce FX5200 Lite 128MB. Saat itu saya saya juga sempat melakukan overclock terhadap VGA sekitar 20% untuk core dan memory nya.

Sesuai perkembangan jaman, computer lama pun saya jual (2007) dan sekarang saya menggunakan Athlon X2 4000+ 2,1Ghz Brisbane dan Biostar TA690G-AM2 dengan 4x1GB Transcend AxeRam DDR2 PC6400+ 4-4-4-12, Power Supply Codegen 550W dual fan, serta Sapphire HD4850 Toxic 512MB DDR3. Btw saya menggunakan pendingin standar, AMD factory heatsink and fan, serta casing ATX Phoenix dengan 4fan yang pelan. =)

PC ini pun dapat di-overclock 20% tanpa menaikkan vcore dan merubah latency. Kemudian saya mecoba menaikkan hingga 30%, dan perubahan yang perlu saya lakukan adalah dengan mengubah timing menjadi 5-5-5-15. Saat ini saya menggunakan PC untuk daily usage dengan overclock sebesar 35%, yakni dengan mengubah setting vcore menjadi 1,35V dari auto, yang mana masih berada dalam batas reference voltage, sehingga seharusnya overclock ini tidak void warranty. Tidak lupa saya mematikan fitur AMD cool’n quiet dari BIOS. Untuk diatas itu, saya belum berhasil menemukan konfigurasi yang tepat. Target saya sih sebenarnya ingin mencapai angka 3GHz. Tapi sepertinya memang berlebihan untuk daily usage. Karena itu saya memang berencana untuk mengupgrade computer saya kembali, namun karena keterbatasan anggaran dan dolar yang terus meningkat jadi rencana ini perlu dipending dahulu.. yah sekalian menunggu prosesor octo-core. Saya kan tidak mau kalah dengan PS3 yang sudah menggunakan 7-core. =)

Untuk VGA, saya langsung menggunakan ATI Overdrive dari reference core clock 675 MHz , dan memory clock 1100 MHz (karena versi Toxic dilengkapi kipas Zalman VF900 sehingga diatas reference standar yakni 625MHz, 993Mhz), dapat meningkat menjadi 700, 1200 MHz. untuk ini diperlukan setting fan sekitar 80% keatas,untungnya ATi Catalyst 8.10 sudah menyediakan fitur manual fan. Namun sayangnya tidak terdapat fitur stepping fan seperti pada ATi Tray Tools. Sebelumnya saya sempat menggunakan ATT untuk overclock VGA. Dengan tools ini saya mencoba menaikkan 1langkah vcore (1,158V) dan dapat berjalan stabil pada 735,1250MHz, ketika core saya setting 750MHz, saat menjalankan Grid, terjadi crash meski suhu VGA masih 80-an (ketika saya mencoba Crysis, di ruangan non AC suhu dapat mencapai 95 hingga akhirnya threshold VPU Recover. Oia selain VGA HD4850, mobo saya memiliki onboard X1250. VGA ini pun dapat saya overclock dari 400MHz menjadi 425MHz.. ya gain nya memang kecil, mungkin karena onboard dan saya tidak melakukan increase vcore pada NorthBridge RS690 sebagai Controller X1250.

Jadi kesimpulannya hampir semua chip pada computer dapat dioverclock, dari prosesor, northbridge , southbridge, memory, hingga core VGA. Produsen men-set clock pada titik aman yang optimal meski sebenarnya masih dapat lebih dimaksimalkan.