Skip navigation

Monthly Archives: December 2008

Paradoks, mengingatkan saya dengan cerita Dr Jekkyl and Mr Hyde.. ya paradoks umumnya membangkitkan suatu pertentangan batin, di mana dua hal yang berlawanan dan distinct, pada hakikatnya dimiliki oleh setiap manusia. namun seberapa besar kecenderungan arah salah satu sisi paradoks tersebut bergantung pada individu masing-masing.
langsung saja saya akan mencoba menganalisis ke sepuluh paradoks menurut buku karya Mihaly Csikszentmihalyi berjudul Creativity: The Work and Lives of 91 Eminent People.

1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.
banyak kisah di mana seseorang yang memiliki keterbatasan fisik, namun memiliki energi yang kuat sehingga dapat terus kreatif dan berkarya sepanjang hidupnya. namun disaat tertentu orang kreatif juga tenang dan pendiam. terkadang mereka memperoleh inspirasi di saat teduh. hmm mungkin perlu les yoga sepertinya.. hehe..
Baca:“air tenang menghanyutkan”

2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.
Orang kreatif terkadang memang pandai jika menghadapi sesuatu, apalagi sesuatu yang memang mereka geluti. namun terkadang kepandaian itu justru membawa mereka terlalu jauh yang mana sebenarnya belum mereka mengerti. Sok tahu mungkin bahasanya. Di sini muncul kenaifan dari orang kreatif. Yakni dengan kepandaiannya yang terbatas, mencoba mereka-reka dan menjawab sesuatu yang sebenarnya saat ini belum bisa dia jawab, belum memiliki dasar-dasar yang kuat dari apa yang mereka ungkapkan. namun ini sebenarnya yang menjadi inti orang kreatif..
Baca:“do what u can, think why you can’t..”

3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.
Orang kreatif memerlukan ruang kerja yang sesuai dengan preferensinya. hal ini sangat diperlukan, karena pada dasarnya kegembiraan memberikan banyak inspirasi-inspirasi baru.. gembira dalam melakukan pekerjaan, pada akhirnya akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dengan sendirinya.
Baca:“habis manis, sampah dibuang (ke tempatnya)”

4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.
imajinasi orang kreatif memang sangat luas, secara sih kalo yang paling mudah dapat kita lihat produknya seperti film-film layar lebar yang ber genre science-fiction. mulai dari Star trek, Stargate hingga Star Wars.. dalam film stargate, dijelaskan mengenai teori-teori teknologi yang dilakukan sehingga dapat menjelaskan sebab dari kejadian-kejadian yang muncul..
Baca:“causa prima”

5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.
orang kreatif terkadang pemalu, terutama jika dia berada di suatu lingkungan yang baru. namun di lingkungan yang dekat dengannya, orang kreatif bersifat sosial kepada rekan-rekan di lingkungannya, yang menurutnya mungkin lebih dapat mengerti pemikiran-pemikirannya dibanding orang-orang yang baru dia kenal.
Baca:“Malu-malu kucing”

6. Creative people are humble and proud at the same time.
orang kreatif terkadang suka bersifat low profile.. tanpa pamrih dalam menolong. namun di satu sisi, orang kreatif juga ingin keberadaannya diakui. bahwa dia nyata dan ada. hmm mungkin ini terjadi ketika kreativitas yang dimiliki oleh mereka kemudian malah menjadi dieksploitasi oleh lingkungannya, sehingga mendorong mereka agar nama mereka dikenang selalu, ga cuma buat diri sendiri, tapi juga buat kebanggaan keluarga, institusi maupun kolega.
Baca:“There is no such thing as a free lunch”

7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.
orang kreatif mencoba untuk keluar dari peran-peran gender yang itu-itu saja. out of the box, dalam peran gender. di mana misalnya lelaki yang kreatif, mencoba untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang pada kodratnya dilakukan oleh lawan jenis. seperti memasak, melakukan pekerjaan rumah, sehingga dalam taraf yang lebih tinggi orang kreatif tersebut bisa saja melakukan “terobosan”, seperti mencoba memunculkan gender baru di mana gender tersebut justru melakukan kodrat yang seharusnya dilakukan oleh lawan jenisnya.
Baca:“be creative, be different”

8. Creative people are both rebellious and conservative.

orang kreatif memang aneh. di satu sisi mereka memiliki pemikiran yang radikal, dengan memunculkan terobosan-terobosan baru.. pemikiran-pemikiran baru. namun dalam penerapannya, mereka tentunya juga menyadari, bahwa diperlukan saat yang tepat agar pemikiran mereka dapat diterima atau sejalan dengan pemikiran orang lain.
Baca:“Orang Sabar disayang Tuhan (dan teman-teman)”

9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.
orang kreatif pada kenyataannya sebenarnya tetap berusaha obyektif, tetap terarah ke tujuan utama dari pekerjaan mereka. namun terkadang memang mereka memiliki preferensi tertentu sehingga standar-standar objektif yang ada, justru tidak mereka gunakan. muncul pemikiran subyektif yang mana kemudian menghasilkan standar-standar berdasarkan preferensi mereka sendiri.
Baca:“It’s right, but it isn’t good!”

10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.

kepekaan serta keterbukaan orang kreatif terkadang membawa diri mereka sendiri ke dalam kesengsaraan. terkadang pemikiran mereka dicuri oleh orang lain.
namun orang kreatif sebenarnya bukan menginginkan “hasil”, tetapi lebih pada prosesnya..
Baca:“Goods is good, but the Process is the greater good..”

Demikian analisis yang saya dapat lakukan, jika banyak terdapat kekurangan harap dapat dimaklumi, maklum masih muda, masih perlu banyak belajar.. hehe..
Merupakan kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk belajar Creativity Innovation bersama Bapak Agus Nggermanto. Mata Kuliah di Jurusan saya sebagian besar merupakan mata kuliah yang cenderung membatasi kreativitas mahasiswa, namun dengan mengikuti kuliah ini, saya mendapatkan refreshment, mengingatkan saya untuk terus berpikir kreatif. Terima kasih atas bimbingannya.