Skip navigation

Motherboard: disebut juga mainboard atau mobo. ini komponen yang paling penting dan paling berpengaruh versi VE. Mobo memberikan opsi pilihan spesifikasi bagi komputer anda, untuk itu maka penting memilih mobo yang sesuai dengan rencana kapasitas komputer yang akan dibangun nantinya (i prefer to say that way than “dibuat”).

Spesifikasi mobo yang perlu diperhitungkan:

1. Socket prossesor, ini yang menentukan prosessor jenis apa yang dapat di support oleh motherboard. Biasanya sih yang jadi pertanyaan utama adalah “pengen pake platform Intel ato AMD?” Ya memang saat ini hanya dua prosessor ini yang ada di pasaran. Maybe anda mengerti kalo socket Intel dan AMD ya pasti beda secara beda produsen, tapi Intel dan AMD sendiri memiliki bermacam2 tipe prosessor, dan untuk itu diperlukan socket yang sesuai.

Saat ini Intel memiliki dua jenis socket, yakni LGA775 dan LGA1366. LGA775 adalah socket untuk processor mulai dari Intel Celeron, Pentium 4, Pentium D, Pentium Dual Core, Core Duo, Core 2 Duo, Hingga Core 2 Quad. Sedangkan untuk LGA 1366 saat ini untuk intel i7. Oke masi ada satu lagi sih sebenernya, yakni untuk Intel Atom. Intel Atom ini embedded dengan mobo, jadi beli mobo udah dapet prosessornya so ga perlu dipikirin pake socket apa deh.

Perlu diketahui di sini mengenai socket Intel, bahwa meskipun socket tersebut support prosessor di atas, tapi tidak semua mobo support processor tersebut, nah itu ditentukan oleh chipset yang dipakai mobo, yang akan saya jelaskan setelah ini. Yang jelas perlu diketahui bahwa socket seperti LGA775 ini telah ada sejak hampir 3 generasi sebelum socket AM2+, so ga bisa dibilang payah juga.

Lanjut AMD, saat ini terdapat dua jenis socket juga, yakni AM2+ dan AM3. Pada dasarnya perbedaan utama dari socket ini ada pada daya dukung memory, AM2+ mendukung memory DDR2 dan AM3 mendukung memory DDR3. Socket AM2+ dapat digunakan untuk prosessor AM2+ dan juga AM3, tapi tidak sebaliknya. Hal ini dikarenakan prosessor AM2+ tidak memiliki dukungan terhadap memory DDR3. Beda dengan Intel, AMD sepertinya support semua prosessor yang ada selama sesuai/compatible dengan socket nya dan TDP (Thermal Design Power) maximum. Oke sebagai contoh ada beberapa mobo AMD yang TDP maximumnya terbatas, sehingga ga bisa dipake buat prosessor yang TDP nya besar (umumnya makin gede clock dan jumlah core nya makin gede TDP nya).

2. Chipset, pada dasarnya terdapat dua chip utama dalam mobo, yakni NorthBridge (NB) dan SouthBridge (SB). NB merupakan komponen yang paling penting karena fungsinya menghubungkan komponen yang ada satu sama lain, seperti CPU, RAM, GPU, serta SB. Sedangkan SB mengelola I/O (input output) motherboard, biasanya sih seperti RAID, atau soundcard onboard. Hmm.. Lebih simpel nya sih chipset di mobo akan menentukan komponen apa yang disupport. Tapi tentunya ada kala meski si chipset2 ini tertanam di mobo tapi si mobo ga bisa sepenuhnya memanfaatkan kemampuan chipset tersebut atau biasanya sih disebut board specific (limit di mobo, bukan chipset).

Lanjut soal chipset, saat ini yang paling umum ada 5 produsen chipset, yakni Intel, AMD/ATI, nVidia, SiS, dan VIA. Bergantung kebutuhan dan platform yang akan dibangun. Saya sih menyarankan jika platform AMD ya pake mobo dengan chipset AMD, dan kalo pake intel ya mobonya Intel juga.

Kenapa? Oke pertama2 sih yang jelas bahwa produsen prosessor paling tahu kapabilitas prosessor tersebut. Lalu kenapa ada SiS dan VIA? SiS dan VIA umumnya memproduksi mobo dengan harga jauh lebih murah. So ga perlu ditanya lagi kenapa harganya bisa lebih murah, karena memang keduanya lebih berorientasi pada mobo low end.

Trus kenapa ada chipset nVidia? Secara nVidia produsen GPU dan ga bikin CPU? Nah kalo ini beda lagi nih. nVidia sebagai produsen GPU justru disini membuat chipset yang GPU-oriented. Atau dengan kata lain nVidia lebih mengerti kapabilitas GPU nya. Di sini nVidia menawarkan fitur yang memang ga disediakan oleh produsen prosessor untuk mobo nya, tengok nVidia memiliki fitur PhysX enabled, Triple-SLI (oke sekarang sih udah di support di sebagian mobo LGA1366/Chipset Intel X58). nVidia juga memiliki controller memory yang lebih canggih dibanding Intel, bisa ditengok chipset nF790i yang support RAM DDR3 hingga 2000MHz, secara chipset Intel aja saat ini max support 1600MHz (meskipun FSB processor Intel saat ini max baru 1600 MHz :p). i di belakang menunjukkan chipset diperuntukkan untuk platform Intel, sedangkan a untuk AMD. Saat ini chipset terbaru untuk AMD adalah nF980a, yang sudah support socket AM3.

Chipset NB Intel LGA775 saat ini memiliki nomor seri x4y (ex. P45, X48). Dengan x kelas mobo dan y umumnya merupakan tingkatan (makin besar makin lengkap spesifikasinya). Kelas mobo Intel saat ini ada 4, yakni Q (untuk bisnis, ada gpu onboard/low-end), G (untuk multimedia, ada gpu onboard/mid-end), P (untuk gaming, ga ada gpu onboard/mid-end), dan X (Extreme, untuk high end gaming). Chipset Intel LGA1366 saat ini hanya ada satu yakni X58. Untuk Intel Atom saat ini masih menggunakan chipset Intel G945 (hmm, udah 3 ketinggalan tiga generasi sih à 96y, x3y, x4y), dan yang baru adalah chipset nVidia ION.

Chipset NB AMD saat ini bernomer seri 7xx, atau lebih jelasnya sih mulai 760, 770, 780/785, hingga 790 yang paling bagus. 790 sendiri masih terbagi dua, yakni 790GX dengan GPU onboard dan 790FX yang paling ultimate saat ini. AMD memiliki keunikan yakni dengan adanya fitur ACC (Advanced Clock Calibrating) yang dapat meng-unlock core prosessor AMD Phenom X2 dan X3 menjadi X4, yang mana sangat menguntungkan danhal ini ga terjadi di platform Intel.

Maybe saya ga panjang2 juga jelasin tiap2 chipset soalnya ini bisa panjang aja, apalagi ampe spesifikasi tiap chipset, maybe kapan2 saya buat tersendiri kalo ada waktu.

3. Slot memory, menentukan memory apa yang disupport. Berbeda dengan socket prosessor, slot memory umumnya lebih dari satu. Di sini chipset juga menentukan konfigurasi memory. Umumnya sih saat ini memory udah dual channel, yang secara teori sih artinya menggandakan bandwith memory dengan memasang dua keping memory (ga harus identik sih, tapi sebaiknya iya untuk memastikan compatibility). FYI memory DDR2 dan DDR3 memiliki bandwith 64-bit, dengan dual channel, bandwith memory naik jadi 2x nya, yakni 128-bit. Beda lagi sebagian mobo LGA1366/chipset Intel X58, support triple channel, jadi dengan memasang 3 memory yang identik, bandwith bisa mencapai 3x nya atau 192-bit. Sebaiknya sih jika mobo dual channel ada 4 slot dan kalo triple channel ada 6 slot.

Satu yang saya sarankan, jangan menggunakan mobo yang saking canggihnya mengatakan support DDR2 dan DDR3, soalnya it absolutely won’t work together. Keduanya memiliki desain dan voltage yang berbeda (DDR2 ~ 1,8V dan DDR3 1,5V), jadi ga bisa dipake secara bersamaan.

4. SATA2, umumnya saat ini semua mobo udah SATA2 dengan max transfer rate 3Gbps atau sekitar 300 MB/s (jangan ketipu ya kalo ada yang bilang 3GB/s, jangan lupa 8b=8bit=1byte=1B). Jumlah port SATA sekitar 4-8. Ada juga eSATA yakni port SATA eksternal, namun ini agak jarang di mobo low-mid end. Oke yang agak penting adalah biasanya SATA memiliki problem jika dihubungkan dengan HDD dan ODD bersamaan, apalagi sekarang trend nya ODD memang udah pake SATA. Makanya di mobo2 hi-end biasanya terdapat 2 controller SATA, yakni dari SB dan dengan chipset SATA tambahan, meskipun memang ga cuma itu tujuan dipasang 2 controller tersebut. Oke sebenernya masih ada yang perlu diperhatikan soal SATA, yakni setting RAID yang di support, tapi jujur aja saya belum eksperimen soal ini jadi ga bisa bilang apa2.

5. USB 2.0. jumlah slot USB minimal 6 buah (bisa 4 di belakang, dan 2 di panel depan/casing). Seriusan sebaiknya jangan sampai komputer Cuma punya 4 port USB. Nanti ribet. Maybe harus saya beri contoh gimana saya puyeng mengelola slot USB saya yang cuma 4, 1 buat mouse, 1 buat printer, 1 buat Media Center Remote Receiver, 1 buat Xbox360 wireless receiver, 1 buat modem broadband (biasanya sih pake HP).. lah loh bingung kan. Belom kalo ada yang dateng mau colok flashdisk.. ribet deh.. ya sebenernya sih banyak solusinya, bisa beli parallel USB, atau pasang front panel.

6. PCIe, atau PCI express, saat ini sih sebagian besar mobo udah support PCIe 2.0 16x. Kenapa PCIe 2.0 16x? sebenernya sih masalah bottleneck bandwith, ya awalnya sih PCIe 1.0/1.1a itu dari 16x mau jadi 32x, tapi ternyata ga efisien atau gimana lah, makanya muncul PCIe 2.0 16x yang sama dengan PCIe 1.0/1.1a 32x. Oke jangan terkecoh dengan PCIe 1x, soalnya itu beda bentuk lagi. Pcie 1x fungsinya seperti pengganti PCI dengan bandwith yang lebih besar, tapi kalo PCIe 16x itu digunakan untuk Graphic card. Nah sekarang sih trend nya multi GPU, AMD dengan Quad CrossfireX dan nVidia dengan Quad SLI. Ya saat ini maksimal sih empat GPU bersamaan. Termasuk graphic card yang dual GPU diitung dua, jadi kalo pasang dua dual GPU ya dibilangnya udah Quad. Tapi ya memang saat ini juga beberapa mobo hi end menyediakan hingga 4 slot PCIe 2.0 16x (meskipun saya belum tau apa udah ada mobo yang bener2 bisa full semuanya 16x+16x+16x+16). Tapi intinya slot PCIe 16x ini menentukan upgradeability graphic card, apalagi jika pengen beli graphic card baru tapi ga buang yang lama. FYI seperti memory, sebaiknya graphic card yang digunakan untuk konfigurasi multi GPU adalah graphic card yang identik. So saran saya sih sebaiknya beli mobo yang minimal ada 2 slot Pcie 2.0 16x. Eit2.. masih ada yang perlu diketahui, bahwa meski mobo itu bilang ada 2 slot PCIe 16x, tapi bukan berarti jika dua-duanya dipasang lantas jadi 16x+16x, soalnya ada banyak mobo yang hanya support 16x+0x, jadi kalo dipakai dua-duanya jadi 8x+8x.

7. Ukuran mobo, atau form factor standarnya sih ATX dan mATX. mATX lebih kecil dibanding ATX. Kenapa ini penting? Karena mobo yang sempit bisa membatasi ukuran custom heatsink yang akan dipakai. Selain dua diatas tentunya masih banyak lagi form factor lain, seperti BTX dan mini-ITX. BTX sih ceritanya direncanakan sebagai pengganti ATX, tapi sepertinya masih belum berjalan. Beda lagi ITX, ukurannya super mungil, dan umumnya dipakai buat HTPC atau Intel Atom. Oke ukuran mobo memang penting sebagai orientasi fungsi mobo. Kalo buat warnet atau HTPC emang cocoknya sih yang mungil2. Tapi buat gaming sih bagusnya yang gede2, selain biar muat banyak PCIe juga bagus buat sirkulasi udara.

8. LAN card, udah standar ada di tiap mobo. Ada banyak sih mulai dari Marvell, Intel, Realtek. Tapi ya setidaknya beli mobo yang udah Gigabit LAN. Ini backward compatible kok, jadi bisa dipake di speed 10/100Mbps juga. Di mobo2 hi end biasanya malah udah Dual Gigabit LAN, jadi ada dua port LAN nya.

9. Sound Card, selain LAN, yang standar ada di mobo adalah soundcard. Ada banyak juga mulai dari C-Media, Soundmax, Realtek. Selain itu perlu diliat juga soundcard tersebut support berapa channel dan udah support High Definition Audio belum. Saat ini sih umumnya udah 7.1, dan support audio 24-bit untuk muter Blue Ray dkk. Oke memang sih soundcard onboard so pasti beda dibanding dengan yang dedicated seperti Creative, Asus, atau Auzentech dan Onkyo.. :p Tapi ga ada salahnya kok punya soundcard onboard yang bagus. Soundcard yang udah 7.1 atau 8-channel umumnya ada 6 analog audio jack. Biasanya juga ada digital SPDIF jack pada mobo mid end keatas.

10. Graphic Card, oke yang satu ini emang optional sih, apalagi kalo mau beli PC dengan dedicated Graphic card sebenernya ini ga begitu diperlukan. FYI seriously jauh banget performa Graphic card onboard dengan dedicated! Jangan lah berharap maen Crysis lancar dengan efek full Cuma pake graphic card onboard.

Tapi punya mobo dengan graphic card onboard termasuk menguntungkan loh.. apalagi kalo dana agak terbatas. Anda bisa beli mobo dengan graphic card onboar dahulu, lalu kalo udah terkumpul duitnya bisa beli graphic card dedicated nya. Biasanya minimal graphic card onboard saat ini ada VGA/D-Sub Port (untuk monitor CRT), DVI Port (untuk LCD), S-Video (untuk TV), dan yang sekarang lagi ngetren HDMI (untuk HD TV). Kelebihan HDMI yang paling utama adalah HDMI ga cuma output video, tapi juga audio. Jadi dengan kabel HDMI bisa keluar suara juga, so worry no more about the analog audio. Yang jelas sih klaim nya mobo2 baru yang udah pake HDMI udah support Full HD buat muter Blue Ray, meskipun saya agak ragu sih sebenernya.

11. BIOS. Biasanya sih Cuma ada dua, yakni Award dan AMIBIOS. Oke saya sih sebenernya kurang ngerti juga detailnya, tapi bagi saya BIOS itu penting, apalagi untuk overclock. Support terhadap BIOS sangat diperlukan apalagi kalo mobo nya masih baru, soalnya seriusan biasanya masih buggy2 banget kalo awal2 keluar. Nah ini nih yang jadi alasan saya ga pake mobo yang mereknya agak abal. Sebaiknya sih survey dulu apalagi kalo mau beli mobo yang mereknya ga jelas (terutama gara2 harganya yang miring)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: