Skip navigation

Tag Archives: HD4850

Saya masih awam dengan overclocking, namun saya memang hobi menerapkan metode trial and error. Yang saya peroleh dari pengalaman saya bahwa prosessor pasti potensial untuk di-overclock dalam zona aman. Tentunya diperlukan power supply dan memory yang cukup baik untuk memperoleh overclock yang stabil.

Overclock yang pertama kali saya lakukan (2003) adalah pada computer Pentium IV 1,7GHz dan mobo Asus P4S533-X dengan memory 2x256MB DDR PC2700 (lupa mereknya) dan power supply Simbadda 350W. ini merupakan computer kedua saya, sebelumnya saya sempat menggunakan Pentium MMX 200MHz dan 64MB memory (1999), namun pada saat itu saya belum sempat overclock, karena computer tersebut sudah hangus duluan.=) kembali ke computer kedua saya, saya berhasil overclock sebesar 20% untuk daily usage tanpa menaikkan vcore dan merubah latency. Saya belum begitu berani menaikkan voltase dan belum mengerti setting timing memory. Pada waktu itu saya juga menggunakan Pixelview GeForce FX5200 Lite 128MB. Saat itu saya saya juga sempat melakukan overclock terhadap VGA sekitar 20% untuk core dan memory nya.

Sesuai perkembangan jaman, computer lama pun saya jual (2007) dan sekarang saya menggunakan Athlon X2 4000+ 2,1Ghz Brisbane dan Biostar TA690G-AM2 dengan 4x1GB Transcend AxeRam DDR2 PC6400+ 4-4-4-12, Power Supply Codegen 550W dual fan, serta Sapphire HD4850 Toxic 512MB DDR3. Btw saya menggunakan pendingin standar, AMD factory heatsink and fan, serta casing ATX Phoenix dengan 4fan yang pelan. =)

PC ini pun dapat di-overclock 20% tanpa menaikkan vcore dan merubah latency. Kemudian saya mecoba menaikkan hingga 30%, dan perubahan yang perlu saya lakukan adalah dengan mengubah timing menjadi 5-5-5-15. Saat ini saya menggunakan PC untuk daily usage dengan overclock sebesar 35%, yakni dengan mengubah setting vcore menjadi 1,35V dari auto, yang mana masih berada dalam batas reference voltage, sehingga seharusnya overclock ini tidak void warranty. Tidak lupa saya mematikan fitur AMD cool’n quiet dari BIOS. Untuk diatas itu, saya belum berhasil menemukan konfigurasi yang tepat. Target saya sih sebenarnya ingin mencapai angka 3GHz. Tapi sepertinya memang berlebihan untuk daily usage. Karena itu saya memang berencana untuk mengupgrade computer saya kembali, namun karena keterbatasan anggaran dan dolar yang terus meningkat jadi rencana ini perlu dipending dahulu.. yah sekalian menunggu prosesor octo-core. Saya kan tidak mau kalah dengan PS3 yang sudah menggunakan 7-core. =)

Untuk VGA, saya langsung menggunakan ATI Overdrive dari reference core clock 675 MHz , dan memory clock 1100 MHz (karena versi Toxic dilengkapi kipas Zalman VF900 sehingga diatas reference standar yakni 625MHz, 993Mhz), dapat meningkat menjadi 700, 1200 MHz. untuk ini diperlukan setting fan sekitar 80% keatas,untungnya ATi Catalyst 8.10 sudah menyediakan fitur manual fan. Namun sayangnya tidak terdapat fitur stepping fan seperti pada ATi Tray Tools. Sebelumnya saya sempat menggunakan ATT untuk overclock VGA. Dengan tools ini saya mencoba menaikkan 1langkah vcore (1,158V) dan dapat berjalan stabil pada 735,1250MHz, ketika core saya setting 750MHz, saat menjalankan Grid, terjadi crash meski suhu VGA masih 80-an (ketika saya mencoba Crysis, di ruangan non AC suhu dapat mencapai 95 hingga akhirnya threshold VPU Recover. Oia selain VGA HD4850, mobo saya memiliki onboard X1250. VGA ini pun dapat saya overclock dari 400MHz menjadi 425MHz.. ya gain nya memang kecil, mungkin karena onboard dan saya tidak melakukan increase vcore pada NorthBridge RS690 sebagai Controller X1250.

Jadi kesimpulannya hampir semua chip pada computer dapat dioverclock, dari prosesor, northbridge , southbridge, memory, hingga core VGA. Produsen men-set clock pada titik aman yang optimal meski sebenarnya masih dapat lebih dimaksimalkan.

Tanggal 9 Agustus 2008, bertepatan dengan Independence Day Singapore yang ke-43.. Akhirnya saya membeli vga juga, Sapphire HD4850 Toxic 512MB di SLS, tepatnya di Cybermind, soalnya cuma itu satu-satunya toko yang jual HD4850 Toxic waktu itu.
Tadinya sih mau beli HD4850 1GB, tapi setelah survey benchmarking di internet yang ternyata beda nya ga gitu signifikan jadi pilihan jatuh ke Sapphire Toxic, yang selain clocknya lebih tinggi 675/1100, dari yang standar 625/993, juga katanya lebih adem karena pake hsf Zalman VF900.
Banyak pertimbangan sih ampe beli vga ini, meski ada sedikit rasa menyesal juga. Yah bayangin harga HD4850 yg standar cuma SGD 244, sedangkan Toxic SGD 303. Memang sih kalo dijumlah ama hsf Zalman VF900 sih memang segitu juga harganya. Tapi di internet sih katanya bagusan pake hsf Thermaltake DuOrb.
Kalo dipikir sih mending HD4870 yang harganya SGD 391, ud pake DDR5, dengan Memory Clock 4000MHz! Tapi yah HD4870 itu butuh 2x6pin power. Yang mana power supply saya saat ini masih cupu, Codegen 550 Watt.

Tapi yah intinya sih memang di Singapore sebagian besar hardware PC lebih murah.. Especially harddisk n vga.. Kalo diitung Toxic yg saya beli di SLS sama dengan harga HD4850 standar di Mangdu.
Tapi yang saya lebih bingung yah harga Harddisk Seagate 7200.11 640GB, bayangin dsana harganya cuma 800rb, eh disini 1,1jt.. Gile aja.. Dosa apa Atikom sebagai distributor Seagate Indonesia bisa jual semahal itu. Padahal pabrik harddisk n processor kan ada di Malaysia. Sedangkan yang Western Digital harganya gak gitu jauh beda, sekitar 900rb. Tapi ya cache nya kan beda, Seagate udah 32mb sedang WD masih 16mb.. Meski WD punya juga yang Black, tapi harganya beda lumayan jauh n cuma ada yang 750GB n 1TB, yang mana menurut saya saat ini masih mahal, dari segi Price/GB.

Kembali ke VGA, Sapphire HD4850 Toxic sebenarnya standar2 aja dari segi model.. Malah saya juga bingung kenapa PCB nya bisa warna biru, yang mana notabene ATi itu biasanya merah.
Saat ini saya pakai ATi Catalyst 8.8 *Latest of Course! :)*. Tapi yah gitu deh masi aja ada saat not responding n crash gitu.. Saya sih sebenarnya lebih bertanya-tanya apa karena saya pake interface HDMI makanya jadi lbh frequently crash gitu.. Maklum sejak punya LCD Sharp 37″, jadi doyan pake yang namanya HD gitu.. Hehe.. Yah meski blom support FullHD sih..
~ToBeContinued~